transformasi dari bentuk lama yang menggelikan,
menjijikan bahkan mengerikan bagi sekian orang
tercipta KAU
Inilah yang sering terdengar di telinga kita
Ada keindahan dibalik semuanya yang dianggap mengelikan
Sang pencipta melukiskan kebesaraanya padamu
Mengajarkan kita saat melihatmu
Ulat..
Kepompong...
Dan 'kau' kupu-kupu
Tak sedetik , atapun seharian
Tapi bermminggu - minggu
Kau yang paling istimewa diantara yang lain
Jutaan spesies tecipta, dari bermacam-macam latar
Kesan pertama melihatmu takjub,
Terpanah seakan ingin memegangmu langsung
Ku ingin bawamu pulang...
'Terbang', gerakan indahmu tak bisa dibelenggu siapapun
Semakin ku berusaha memegangmu , seakan kau 'meledekku'
Semakin ku berusaha memegangmu , seakan kau 'meledekku'
Dan terbang dihamparan hijau disekitar
Terus paksaakan hati ,tangan ini untuk memegangmu
Sampai waktu lelah berhentikanku
Sebaliknya kau , tak lelah untuk terus terbang dan menari dihadapku
Hingga q dkejutkan dengan gerakan kecil yang menempel di tangan ini
Kuhanya bisa diam..
Binggung , terpana bisa begiini
Tak ku sangka keindahaan itu memenuhi mataku
Dengan jarak sedekat ini ku dapat menikmatinya
Kepakan sepasang sayapmu , biru, hitam dan hijau
Indah kau teridam untuk sekiaaan waktu yang lama
Tak kuasa gerakan tangan ini
Ku pilih tuk bairkan kau 'hinggap'
Buatku tenang ada di dekatmu
Kau indaaah. . .
Lembut..
Anggun,
Umbar ketenangan . .
"Tak semua keindahan yang tercipta harus terkejar, berambisi untuk memilikinya. . .pancaran aura positif berperan dan berhak memilih untuk menghiasi siapa yang memperlakukkanya dengan anggun. Dia 'pemilikknya' "
