27.7.13

Peran Sang HATI

Jika aku menyadari dan mengerti kala itu bukanlah perpisahan atau pun ucapan selamat tinggal dariMu.. TAK akan seperti ini.
Jika aku tak terburu memutuskan apa yang akan terjadi diujung   ..TAK akan seperti ini.
Memang ini ulah panca indraKu yang bersikap bodoh seakan tak normal dan mau menerima apa saja yang terucap , mencoba melalaikan adanya cahaya hati dalam jati ini
“Adanya dibalik semua itu , dalamnya dirimu tlah aku larungi”.

Diriku yang tlah memahami mu.  Sejenak terhipnotis oleh keadaan ,dengan mantra – mantra yang terdengar sehingga aku memilih ini , dan memutuskan  untuk  memanjangkan jarak denganmu .
Seakan keadaan ingin balas dendam, menghitamkan hati menggeluti pikiran untuk melakukan hal yang sama.. sepertimu
Hingga disuatu ujung , terdengar lotehan..
 bagai bisikan dari surga “Sebenarnya diriku masih sayang kamu..”
Apa maksud semua ini, kenapa q bersikap TOLOL
Kenapa sampai terucap kata itu “SAYANG?”
Hingaa disuatu tempat cuma TANGIS tatapan kosong yang merespon keadaan
SEDIH, detak jantung yang berpacu tak karuan yang sekaan akan ingin menjadi pahlawan yang merasakan kesedihan yang ku rasakan
Jika q mempercayaakan hidupku pd hati  TAK akan seperti ini
Jika q tak memilih dia untuk hapus memorimu TAK akan seperti ini
Jika q tak terlelap untuk semalam hingga wajahmu menghiasi bunga tidurku TAK akan seperti ini
Jika q tak menghiraukan bekunya OTAK ini , dan memilih hati untuk penerang hidup TAK akan seperti ini...
 Hingga momentum kebenaraan itu hadir . .
Saat Malam dan bulan bersujud di indahnya awan mendung hati ini membinarkan keberaniaanya untuk menampakkan kebenaran yang ada ,dengan anggunya cahaya meluksikan sebuah kata – kata

“Sesuatu...seseorang yang kau cari ada di balik punggungmu ,Ku tuntun kau untuk kembali ke bidadari hati”




  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar